indralaya, minggu, saat sang surya berada tegak lurus dengan tiang listrik berbalutkan selimut kabut asap yang mematahkan sinarnya.
kamu sedang mengetik sesuatu, bukan untuk yang baca tapi untuk kamu sendiri yang menikmatinya.
saat ini kamu baru bangun tidur, dikarenakan kamu tidur setelah azan subuh.
kamu seharusnya menjelaskan kepada pembaca mengapa kamu tidur setelah azan subuh. ya, kamu harus menjelaskannya.
kamu seharusnya mengatakan kepada pembaca bahwa itu di sebabkan bukan karna keinginanmu, bukan juga hal-hal yang lain. ingat kata haji rhoma irama, begadang itu tiada artinya. kamu sangat mengerti apa yang di sampaikan haji itu. jadi kamu seharusnya mengatakan kepada pembaca penyebab kamu tidur setelah subuh itu bukan karna begadang, bukan juga karna insomnia. itu dikarenakan kamu amnesia. kamu lupa waktu untuk tidur itu jam berapa. saat subuh baru kamu ingat kalo waktu ny untuk tidur.
nah itu la yang seharusnya kamu katakan. tapi tak usah kamu katakan. karna tak terlalu penting untuk para pembaca.
setelah bangun tidur, kamu langsung mandi, kamu tidak lupa menggosok gigi, setelah mandi kamu membersihkan tempat tidur, lalu kamu menghidupkan laptop. disini la mulanya kamu melihat suatu tulisan, ya tepatnya di layar laptop, sebuah note yang berjudul R.I.P jam dinding.
lalu kamu buka untuk mengingat-ingat kapan kamu menulisnya, ya kamu sudah lama sekali menulis ini. mungkin sudah 2 tahun yang lalu. itu puisi,ya itu puisi, itu yang kamu pikirkan.
entah kenapa kamu membuat puisi itu, oh ya kamu pun ingat kenapa kamu membuat puisi itu, kamu membuat puisi ini karena jam dinding kamu yang mati, yang selalu menunjukan pukul 7, membuat kamu mendapat masalah. pemikiran kamu sangat bodoh dan kamu berkata dalam hati bahwa kamu 2 tahun yang lalu sangat bodoh. kamu pun tertawa dalam hati agar tak ada yang mendengar.
sekarang kamu menekan tombol Ctrl+a di note itu. kemudian Ctrl+c, lalu membuka blog ini dan menekan Ctrl+v keluarlah yang kamu anggap puisi itu. dengan sedikit merapikan tulisannya karna telah usang.
R.I.P JAM DINDING
Bapak ibu dosenku
Maafkan aku mahasiswamu
Maafkan aku selalu telat
Maafkan aku mengecewakanmu
Maafkan aku memancing emosimu
Maafkan aku menyebapkan engkau cepat mati.
Maafkan aku atas kelima maafku
Oh bapak ibu dosenku
Ini bukan kesalahan mutlak yang aku lakukan.
Jujur ini adalah kesalahan jam dinding.
Dia sudah menipu aku berkali-kali.
Inikah hadiah yang aku dapat karena terlalu percaya teknologi.
Inikah hadiah yang aku terima karena bergantung dengan teknologi.
Oh bapak ibu dosenku
Bila engkau hanya menghakimi aku.
Tau kah kau bahwa jam dinding ini sumbernya.
Tau kah kau bahwa jam dinding ini penyebabnya.
Sungguh tak adil memarahi aku yang merasa ditipu
Sungguh tak adil menghakimi aku yang menjadi korban.
Oh bapak ibu dosen.
Aku harap kau tak tau hal ini.
Aku harap kau tak mengerti hal ini.
Bila kau tau pun, kau tetap tak mau tau.
Bila kau mengertipun, bagimu tetap tak berarti.
Wahai engkau jam dinding
Siapa sih engkau sebenarnya.
Apakah kau pencipta bapak ibu dosenku?
Apakah kau tuhan yang tak bisa disalahkan?
Aku camkan padamu wahai jam dinding.
Hidupmu ada di genggamanku
Sengaja kubiarkan engkau
Kukira engkau akan berubah
Kukira engkau akan bersahabat.
Sepertinya pikiranku berlebihan
Wahai engkau jam dinding
Kuingatkan, hukum karma pasti berlaku
Saat aku membuat ini
Mungkin kau sudah tiada
Mungkin kau sudah jadi rongsokan
Atau mungkin kau sudah menjadi abu
Aku tak kecewa.
Aku tak menyesal
Akupun tak merasa kehilangan
Selamat tinggal jam dindingku.
Semoga kau menyesal menipuku
-mahasiswa bodoh yang tertipu
aku membuat sesuatu bukan untuk dinikmati oranglain, tp dinikmati aku sendiri. hargailah dirimu sendiri, pujilah dirimu sendiri, berbicaralah dengan dirimu sendiri sebelum melakukan kepada orang lain.