Sunday, September 20, 2015
KITAB SUCI
hai fajri.
sudah lama ya kita bersama-sama
sudah lama ya kita saling mengenal
tapi aku belum tau sepenuhnya tentang dirimu
oh ya, sekarang kamu dimana?
apakah sekarang sudah mempunyai agama? dulu kan kamu ateis
kamu kan tak percaya sama tuhan.
aku juga sama fajri, dulu aku tidak percaya sama tuhan, sekarang juga tetap aku tidak percaya.
tapi meskipun aku tidak percaya, aku ada agama, agamaku islam, yang memiliki tuhan bernama allah.
aku juga melaksanakan apa yang di perintahkannya dan menjauhi larangannya.
itu persiapan aku saja, kalau seandainya saat kiamat ternyata tuhan itu ada, aku bisa selamat karena beragama.
kalo tidakpun aku tidak rugi apa-apa.
fajri aku harap kamu seperti aku.
boleh kau percaya tuhan itu tak ada, tapi hati-hati bila tuhan itu ternyata ada.
bagaimana kamu mengatasinya saat kiamat?
fajri tak ada ruginya kau beragama, dari pada kau menyesal nantinya.
eh fajri, masih ingat gak kamu saat kita masih anak-anak.
waktu itu banyak ya kejadian menyenangkan, kita tertawa bersama-sama.
ya waktu itu kalo gak salah kita membodohi anak tetangga.
fajri kamu ingat nama anak tetangga itu gak? aku lupa namanya, yang aku ingat waktu itu kita masih smp dan anak tetangga itu sd.
hahaha. sumpah lucu bila mengingatnya, kamu juga pasti berkata begitukan, fajri?
di depan rumah kita kan ada pondok, ya pondokan yang kita buat bersama-sama untuk tempat kita berkumpul sama teman-teman.
waktu itu kan ada induk kucing yang baru melahirkan, jadi kita tangkap induk kucingnya.
aku apa kamu yang nangkepnya? lupa aku, kalo gak salah kita bersama-sama menangkapnya.
setelah kita tangkap, apakah kamu ingat siapa sajakah di pondokan itu?
ya, aku kamu dan anak tetangga itu. kita bilang ke dia mau gak nyoba susu kucing, kita bilang susunya manis.
sebelum itu kita pulang dulu kan, ngambil madu di dalam kulkas rumah kita, trus kita olesin madunya ke susu kucing itu.
kucingnya gak bisa berontak, kita pegang kuat-kuat.
nah trus fajri, masih ingatkah kamu anak tetangga itu minum susu dari kucingnya langsung?
dengan lahapnya dia minum dari kucing itu, dia bilang apa ke kita?
ya dia bilang susu kucing itu manis.
hahaha. kamu tertawa, aku juga tertawa. lucu ya kita.
trus besoknya kita ke pondokan lagi.
oh ya, anak tetangga itu sudah ada di pondokan juga.
kita tanya ke dia, mau lagi gak susu kucing?
masih ingat kan yang dia katakan? ya, katanya tidak mau lagi.
kita tanya kenapa?
lalu dia jawab, dia kena marah mamanya. waktu kemarin setelah pulang dari pondokan, dia mencari kucing yang tadi. dia mau coba minum lagi di rumah.
masih ingat kan katanya yang terjadi setelah itu? mama nya melihat dia lagi minum susu kucing, dia kena marah, dia kena tampar juga. hahahah
ingat kan kamu waktu itu, fajri?
kita tertawa lagi, sungguh polos anak tetangga kita itu ya.
tapi setelah ku pikir sekarang, aku menyesal.
fajri juga menyesal gak?
kita membuat anak tetangga itu menjadi saudara sepersusuan anak dari induk kucing itu.
kita merendahkan dia sebagai manusia.
kita membuat dia menjadi sosok yang hina.
fajri apakah kau masih tetap melakukan hal-hal seperti ini sekarang?
ku harap kau tak lagi melakukannya.
biarkan kelakuan kekanak-kanakan kita jadi kenangang indah.
sudah dulu ya fajri, nanti di sambung lagi cerita ny.
oh ya, nanti giliran kamu yang cerita kenangan indah kita dulu.
bye bye fajri
from : F. Ramanda
to : Fajri R.
subjek : KITAB SUCI (kita bersama susu kucing)
USANG
indralaya, minggu, saat sang surya berada tegak lurus dengan tiang listrik berbalutkan selimut kabut asap yang mematahkan sinarnya.
kamu sedang mengetik sesuatu, bukan untuk yang baca tapi untuk kamu sendiri yang menikmatinya.
saat ini kamu baru bangun tidur, dikarenakan kamu tidur setelah azan subuh.
kamu seharusnya menjelaskan kepada pembaca mengapa kamu tidur setelah azan subuh. ya, kamu harus menjelaskannya.
kamu seharusnya mengatakan kepada pembaca bahwa itu di sebabkan bukan karna keinginanmu, bukan juga hal-hal yang lain. ingat kata haji rhoma irama, begadang itu tiada artinya. kamu sangat mengerti apa yang di sampaikan haji itu. jadi kamu seharusnya mengatakan kepada pembaca penyebab kamu tidur setelah subuh itu bukan karna begadang, bukan juga karna insomnia. itu dikarenakan kamu amnesia. kamu lupa waktu untuk tidur itu jam berapa. saat subuh baru kamu ingat kalo waktu ny untuk tidur.
nah itu la yang seharusnya kamu katakan. tapi tak usah kamu katakan. karna tak terlalu penting untuk para pembaca.
setelah bangun tidur, kamu langsung mandi, kamu tidak lupa menggosok gigi, setelah mandi kamu membersihkan tempat tidur, lalu kamu menghidupkan laptop. disini la mulanya kamu melihat suatu tulisan, ya tepatnya di layar laptop, sebuah note yang berjudul R.I.P jam dinding.
lalu kamu buka untuk mengingat-ingat kapan kamu menulisnya, ya kamu sudah lama sekali menulis ini. mungkin sudah 2 tahun yang lalu. itu puisi,ya itu puisi, itu yang kamu pikirkan.
entah kenapa kamu membuat puisi itu, oh ya kamu pun ingat kenapa kamu membuat puisi itu, kamu membuat puisi ini karena jam dinding kamu yang mati, yang selalu menunjukan pukul 7, membuat kamu mendapat masalah. pemikiran kamu sangat bodoh dan kamu berkata dalam hati bahwa kamu 2 tahun yang lalu sangat bodoh. kamu pun tertawa dalam hati agar tak ada yang mendengar.
sekarang kamu menekan tombol Ctrl+a di note itu. kemudian Ctrl+c, lalu membuka blog ini dan menekan Ctrl+v keluarlah yang kamu anggap puisi itu. dengan sedikit merapikan tulisannya karna telah usang.
R.I.P JAM DINDING
Bapak ibu dosenku
Maafkan aku mahasiswamu
Maafkan aku selalu telat
Maafkan aku mengecewakanmu
Maafkan aku memancing emosimu
Maafkan aku menyebapkan engkau cepat mati.
Maafkan aku atas kelima maafku
Oh bapak ibu dosenku
Ini bukan kesalahan mutlak yang aku lakukan.
Jujur ini adalah kesalahan jam dinding.
Dia sudah menipu aku berkali-kali.
Inikah hadiah yang aku dapat karena terlalu percaya teknologi.
Inikah hadiah yang aku terima karena bergantung dengan teknologi.
Oh bapak ibu dosenku
Bila engkau hanya menghakimi aku.
Tau kah kau bahwa jam dinding ini sumbernya.
Tau kah kau bahwa jam dinding ini penyebabnya.
Sungguh tak adil memarahi aku yang merasa ditipu
Sungguh tak adil menghakimi aku yang menjadi korban.
Oh bapak ibu dosen.
Aku harap kau tak tau hal ini.
Aku harap kau tak mengerti hal ini.
Bila kau tau pun, kau tetap tak mau tau.
Bila kau mengertipun, bagimu tetap tak berarti.
Wahai engkau jam dinding
Siapa sih engkau sebenarnya.
Apakah kau pencipta bapak ibu dosenku?
Apakah kau tuhan yang tak bisa disalahkan?
Aku camkan padamu wahai jam dinding.
Hidupmu ada di genggamanku
Sengaja kubiarkan engkau
Kukira engkau akan berubah
Kukira engkau akan bersahabat.
Sepertinya pikiranku berlebihan
Wahai engkau jam dinding
Kuingatkan, hukum karma pasti berlaku
Saat aku membuat ini
Mungkin kau sudah tiada
Mungkin kau sudah jadi rongsokan
Atau mungkin kau sudah menjadi abu
Aku tak kecewa.
Aku tak menyesal
Akupun tak merasa kehilangan
Selamat tinggal jam dindingku.
Semoga kau menyesal menipuku
-mahasiswa bodoh yang tertipu
aku membuat sesuatu bukan untuk dinikmati oranglain, tp dinikmati aku sendiri. hargailah dirimu sendiri, pujilah dirimu sendiri, berbicaralah dengan dirimu sendiri sebelum melakukan kepada orang lain.
Friday, September 18, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)